
NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Untuk meningkatkan wawasan politik dan menjadikan santri pondok pesantren sebagai pengawas partisipatif, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meluncurkan sosialisasi program bertajuk 'Ngaji Demokrasi'.
Ketua Bawaslu KBB, Cecep Rahmat Nugraha menerangkan, Bawaslu sebagai lembaga yang mempunyai mandat untuk mengawasi proses Pemilu membutuhkan dukungan banyak pihak dalam aktifitas pengawasan.
Atas dasar itu, Bawaslu KBB menggulirkan program kolaborasi 'Ngaji Politik' mengajak pimpinan pondok pesantren, tokoh dan santri di 600 pondok pesantren yang ada di 165 Desa dan 16 Kecamatan.
AYO BACA : Hadapi Corona, Majelis Perempuan Berdzikir Gelar Salat Hajat
Sosialisasi pengawas partisipatif dibalut 'Ngaji Demokrasi' ini diharapkan menjadi cara efektif Bawaslu mencetak pengawas partisipatif di kalangan milenial khususnya santri.
"Keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan pemilu mutlak diperlukan. Selain bersilaturahmi dengan para sesepuh dan santri pondok pesantren, juga dalam kerangka membangun sinergitas pengawasan dimasa yang akan datang. Apalagi pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan memiliki power yang sangat kuat ditengah masyarakat," kata Cecep saat ditemui,"kata Cecep saat ditemui Ayobandung.com, Senin (9/3/2020).
Dipilihnya pondok pesantren sebagai cakupan sosialisasi, Cecep menilai selama ini santri di Bandung Barat belum tersentuh pendidikan demokrasi. Padahal, Bandung Barat merupakan daerah yang paling banyak memiliki pondok pesantren.
AYO BACA : Ratusan Perusahaan di KBB Langgar Aturan Jaminan Tenaga Kerja
"Sosialisasi akan digelar secara kontinu, tahun ini setidaknya ada 30-40 pondok pesantren yang akan dikunjungi menyasar sekitar 3-4 ribu santri,"terang dia.
Lebih jauh Cecep mengatakan, meski KBB tidak menggelar hajat Pemilu tahun ini, Bawaslu KBB menilai kolaborasi yang kuat dengan masyarakat perlu dibangun sejak dini. Pada saatnya nanti seluruh masyarakat telah memahami langkah dan upaya yang dilakukan untuk menciptakan pemilu jujur dan adil.
"Peningkatan kolaborasi antara Bawaslu dengan kelompok masyarakat sipil inilah yang menjadi kunci peningkatan partisipasi," sebutnya.
Selain melalui aplikasi, Bawaslu juga meningkatkan program partisipatif melalui pengelolaan media sosial. Pengawas pemilu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan sekaligus sosialisasi pengawasan pemilu dalam dunia maya
"Bawaslu yakin media sosial bisa menjadi salah satu sarana media efektif dalam menyebarluaskan informasi dan pengetahuan pengawasan kepemiluan. Apalagi, hampir seluruh pengguna internet yang juga sebagian besar adalah anak muda dan pemilih pemula memiliki akun media sosial," tandasnya.
AYO BACA : Masjid Jami Al-Ikhlas Cikalongwetan Nyaris Roboh Dimakan Usia
"politik" - Google Berita
March 09, 2020 at 12:43PM
https://ift.tt/2wJSWBS
Bentuk Santri Partisipatif, Bawaslu KBB Gelar 'Ngaji Demokrasi' - ayobandung.com
"politik" - Google Berita
https://ift.tt/37GUyJP
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
No comments:
Post a Comment