Rechercher dans ce blog

Wednesday, March 11, 2020

Kecemasan Politik, Cukup Sudah! - Akuratnews.comAkuratnews.com - Akuratnews

"Catatan Kaki untuk Para Politisi"

Akuratnews.com - Diantara kecemasan yang kerap menimpa politisi termasuk sebagian publik akhir-akhir ini, baik di daerah maupun pusat, adalah fenomena pindah alias gonta-ganti partai politik yang menimpa politisi.

Kalau satu atau dua orang politisi mungkin sesuatu yang biasa dan bisa dianggap wajar. Namun fenomenanya, begitu banyak politisi yang gonta-tanti partai. Usia berpartai tak terhitung lama, hanya sesaat, lalu pindah ke partai lain.

Kalau ditelisik apa saja yang menjadi biang, maka bisa disebutkan diantaranya sebagai berikut:

Pertama, perbedaan pendapat yang tak mampu dikelola secara produktif. Berpolitik secara sederhana dapat dimaknai sebagai kesiapan diri berbeda dan menerima perbedaan pendapat. Gagal dalam menjalankan makna ini maka kemampuan mengelola pendapat secara produktif menjadi dipertanyakan.

Kedua, tujuan jangka pendek yang membeku. Setiap orang yang terjun di jalur politik tentu punya tujuan tersendiri. Dalam politik tujuan individu melebur dalam tujuan partai. Bila tujuan individu yang biasanya berjangka pendek tak mampu dielaborasi dan diadaptasi ke dalam tujuan partai maka tujuan ini pun terus membeku. Dampaknya, partai terlihat kaku dan tak dinamis.

Ketiga, syahwat individu yang menghegemoni. Bila kebekuan semacam itu dibiarkan maka kelak akan berubah menjadi bumerang bagi partai. Individu-individu yang dalam partai pun saling bersilang pendapat bahkan bersengketa di ranah hukum. Semuanya ingin menghegemoni partai, dengan nyawa syahwat politik individu atau kroni. Bahkan, ujungnya berpindah partai, atau membuat partai baru yang dinilai lebih representatif.

Keempat, hal lain yang juga menjadi biang adalah kemampuan komunikasi politik politisi berada pada level yang sangat minim. Kemampuan mengabstraksi pendapat dan menarasi ide membutuhkan keterampilan berkomunikasi. Bila tak punya kemampuan berkomunikasi, maka akan menjadi penyumbat bagi terjadinya kolaborasi dalam partai.

Kelima, belum memahami ideologi partai secara matang. Karena kurang memahami, akhirnya tak memiliki kematangan ideologi. Ideologi partai merupakan hal penting dalam berpartai. Turunan nilai-nilai ideologi partai dapat dilihat dari fokus isu politik partai. Bila politisi gagal memahami ini maka akan sangat mudah bagi mereka untuk mencari partai baru.

Keenam, kemampuan merepresentasi partai dalam ranah publik yang masih sangat jauh dari kepatutan. Politisi adalah wajah partai. Mereka adalah representasi partai. Bahkan bila mereka terpilih sebagai pejabat publik maka mereka adalah representasi pemilih mereka. Gagal dalam memahami ini bakal menjadi pemantik terjadinya pandangan buruk terhadap partai oleh publik, bahkan oleh kader partai di tingkat bawah atau akar rumput.

Kondisi dan fenomena semacam ini membuat politik serasa hambar. Sebab politisi semacam ini hadir begitu rupa dan tak memberi wawasan politik yang mencerahkan. Malah memamerkan aksi politik yang mencemaskan dan ini yang paling naif: membunuh ruang ekspresi sesama politisi.

Kondisi semacam itu tak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sebab dampaknya bukan saja buruk bagi politisi, tapi juga berdampak buruk bagi upaya kita dalam melakukan pendidikan politik, sehingga publik tercerdaskan dan tercerahkan.

Beberapa upaya yang dapat kita pilih dan perhatikan ke depan dalam melampaui kondisi semacam itu adalah sebagai berikut:

Pertama, perkuat kaderisasi partai. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai pelatihan di internal partai, dengan materi-materi yang terkait. Tentu partai sudah memiliki konsen soal ini. Hanya saja, perlu dielaborasi dan diadaptasi agar sesuai dengan kebutuhan partai dan konteks politik masa kini.

Kedua, memperketat seleksi keanggotaan dan kepengurusan partai. Dalam berbagai momen kita kerap menyaksikan tetiba seorang tokoh mengaku sebagai bagian dari partai tertentu padahal tidak pernah mendaftar sebagai anggota partai dan tak mengikuti proses kaderisasi partai. Mereka tidak memiliki kartu anggota partai sebagai identitas sederhana seorang anggota partai.

Kondisi seperti ini sangat tergantung dari kualitas pengurus partai. Bila mereka hendak menjadikan partai sebagai laboratorium kaderisasi pemimpin maka mereka mesti menjaga sistem kaderisasi dan keorganisasian partai.

Ketiga, memberi hukuman sosial. Mereka, para politisi yang gonta-ganti partai jangan dianggap ada alias tak usah dikasih ruang untuk berekspresi. Mereka tak usah diakomodir dalam berbagai kontestasi politik. Sebab mereka hanya menjadi penumpang gelap dalam partai. Mereka bisa merusak wajah dan martabat partai. Kalau mereka membuat partai baru, asal alasannya rasional dan konstitusional, itu baru sikap dan pilihan yang layak diapresiasi.

Keempat, perkuat pendidikan politik bagi masyarakat atau publik. Kita mesti terus mengajak masyarakat agar tak lagi mempercayai politisi yang gonta-ganti partai. Dalam kontestasi politik, termasuk Pilkada, politisi semacam ini tak layak dipilih atau diberi mandat. Bagaimana mungkin kita memberi mereka mandat sementara mereka masih terjebak dalam selera individu seperti gonta-ganti partai?

Pada akhirnya politik itu sangat tergantung pada setiap kita secara individu. Fenomena yang mencemaskan semacam itu akan menghilang dan tak menjadi virus bagi pendidikan politik bagi masyarakat manakala kita sendiri tak menjadi warga yang berperilaku seperti politisi itu.

Dalam konteks membangun politik yang makin beradab atau bernilai tinggi, maka kita memang mesti menjadi penyelesai terbaik berbagai kecemasan dan bukan menjadi pemandu kecemasan. Karena kecemasan itu pada dasarnya ada pada setiap kita. Terutama pada diri politisi yang memang sudah lama menjadi biang kecemasan.

*Penulis buku “Selamat Datang Di Manggarai Barat” dan “Mencintai Politik”

Let's block ads! (Why?)



"politik" - Google Berita
March 11, 2020 at 07:31AM
https://ift.tt/38G7iAu

Kecemasan Politik, Cukup Sudah! - Akuratnews.comAkuratnews.com - Akuratnews
"politik" - Google Berita
https://ift.tt/37GUyJP
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

No comments:

Post a Comment

Search

Featured Post

Granblue Fantasy: Relink's Demo Will Make a Believer Out of You - Kotaku

depolitikblog.blogspot.com Before multiple friends of mine went out of their way to sing the praises of Granblue Fantasy: Relink to ...

Postingan Populer