
LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK), Ponang Adji Handoko meminta polisi segara mengungkap hasil penyelidikan penyebar hoaks Lumbung Pangan Jawa Timur yang sempat mengakibatkan ratusan warga antri sembako ‘gratis’ di Gedung Jatim Expo Jl A Yani Surabaya pada Selasa pagi 21 April 2020.
Menurut Ponang, hasil penyelidikan itu harus disampaikan agar penyataan dari Pemprov dan Polda Jatim bahwa ada pihak tertentu yang menyebar hoaks pembagian sembako gratis itu bertidak terkesan politis untuk menutupi masalah.
“Polisi harus menyampaikan hasil penyelidikannya. Sebab terjadinya antrian parah warga di tengah pandemi virus Corona itu hal yang fatal. Apalagi penumpukan antrian itu terjadi di sebuah kegiatan yang diselenggarakan pemerintah yang seharusnya memahami betul protocol pencegahan pandemi COVID-19. Hasil penyelidikan harus disampaikan ke publik agar tidak dianggap sekedar meredam polemik saja,” tandas Ponang kepada lensaindonesia.com, Jumat malam (01/05/2020).
Meski demikian, Ponang menyayangkan adanya pihak-pihak yang menyebar hoaks ada pembagian sembako gratis sehingga sempat ada ratusan orang berjubal-jubal saat pembukaan Lumbung Pangan Jawa Timur saat itu.
“Bila memang benar ada yang menyebar hoaks, itu perbuatan yang tidak manusiawi. Dalam situasi pandemi COVID-19 ini banyak masyarakat berharap bantuan pemerintah, lha kalau ada yang tega menyebar informasi bohong seperti itu sama saja menjerumuskan masyarakat untuk saling menularkan virus. Ya kalau benar ada yang menyebar hoaks, itu kurang ajar sekali. Kebangeten. Dan itu menghambat upaya pemerintah meringankan beban rakyat yang terdampak pandemi COVID-19,” ucapnya.
Ponang menyampaikan, alasan mengapa hasil penyelidikan harus diungkap ke publik. Menurutnya, bila klaim penyelidikan itu hanya lips service saja dan tidak ada hasil apa-apa, maka masyarakat pun akan menilai bahwa hoaks itu sengaja dimunculkan sebagai upaya ‘cuci tangan’ pihak tertentu.
Sebaliknya, bila polisi serius melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap pelaku hoaks, maka masalahnya benar-benar tuntas. Tidak ada curiga dan saling mencurigai.
“Kalau yang datang menganggap ada pembagian sembako sebegitu banyak orang, maka hoaksnya benar-benar masif, direncanakan,” sebut Ponang.
“Di masa pandemi Corona di Surabaya yang kian memprihatinkan ini semua pihak harus mengedepankan rasa kemanusiaan. Jangan ada intrik-intrik politiklah,” tambahnya.
Seperti diketahui, Polda Jatim menyatakan akan menyelidiki penyebar hoaks terkait program Lumbung Pangan Jawa Timur.
Siapapun pelakunya akan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
“Polda Jatim akan lakukan penyelidikan terkait informasi hoaks soal Lumbung Pangan Jawa Timur di Surabaya,” terang Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (21/04/2020) lalu.
“Informasi (hoaks) itu menyebabkan warga berbondong-bondong memaksa masuk ke gedung Jatim Expo tanpa mengindahkan imbauan physical distancing,” ujar dia.@LI-13
Intrik politik di tengah COVID-19? Polisi diminta ungkap hasil penyelidikan hoaks Lumbung Pangan Jatim
"politik" - Google Berita
May 02, 2020 at 01:35AM
https://ift.tt/2VUEQHZ
Intrik politik di tengah COVID-19? Polisi diminta ungkap hasil penyelidikan hoaks Lumbung Pangan Jatim - LensaIndonesia.com
"politik" - Google Berita
https://ift.tt/37GUyJP
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

No comments:
Post a Comment