Rechercher dans ce blog

Saturday, February 8, 2020

Pengamat: Pesaing Gibran Sebaiknya Jangan dari Tokoh Politik - Republika Online

masyarakat Surakarta cenderung lebih memandang sosok yang berada di luar parpol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis politik Dedi Kurnia Syah mengungkapkan bahwa popularitas Gibran Rangkabumi Raka di Surakarta hanya bisa disaingi oleh sesama tokoh kultural. Dia mengatakan, masyarakat Surakarta cenderung lebih memandang sosok yang berada di luar partai politik dibanding sebaliknya.

"Tapi kalau nanti yang muncul adalah calon dari partai politik maka akan mudah dikalahkan Gibran," kata Dedi Kurnia Syah dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (8/2).

Dua mengungkapkan, tokoh non-partai belakangan lebih mendapatkan perhatian masyarakat jika berkaca pada Pilkada 2015 dan pemilihan-pemilihan yang telah dilakukan sebelumnya. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) ini mengatakan, Surakarta cenderung solid kepada tokoh-tokoh yang dianggap berpengaruh.

"Elektabilitas kandidat semacam itu lebih tinggi dari pada tokoh dari partai politik. Itu sebabnya pak Jokowi bisa menang dua periode," katanya.

Sejauh ini, Pilkada Surakarta baru memunculkan satu bakal calon kepala daerah yakni Gibran Rangkabumi Raka. Sejumlah partai politik juga mengaku telah bersedia mengusung putra sulung Presiden Joko Widodo itu dalam pilkada nanti.

Partai Golkar, Demokrat dan Gerindra mengaku siap mendukung pencalonan Gibran. Niatan itu juga sudah mendapatkan restu dari Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Kendati, Gibran mengaku ingin maju dalam Pilkada melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal itu dia sampaikan saat berkunjung ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu.

Di PDIP, Gibran bersaing dengan calon yang direkomendasikan DPC partai Achmad Purnomo. Namun, hingga kini partai berlogo banteng moncong putih itu belum mengambil keputusan terkait calon kepala daerah yang akan mereka usung untuk dipilih masyarakat Surakarta.

Kuatnya dukungan terhadap Gibran, Dedi mengatakan, bisa dilawan dengan sosok yang lebih memiliki kemapanan intelektual. Menurutnya, Gibran adalah anak muda dan datang secara anomali sehingga artinya dia tidak memiliki catatan politis yang mumpuni.

Artinya, sambung dia, persaingan akan menjadi ketat bila lawan politiknya mempunyai catatan politik yang baik dan kemapanan intelektual bagus. Dia mengatakan, kedua hal tersebut kemungkinan bakal mampu mengganggu elektabilitas Gibran di Surakarta. "Isu yang paling mudah dimainkan lainnya adalah persoalan politik dinasti dan itu penting," katanya.

Seperti diketahui, pelaksanaan pemungutan suara Pilkada 2020 direncanakan digelar secara serentak pada September nanti. Total daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota.

Let's block ads! (Why?)



"politik" - Google Berita
February 08, 2020 at 02:10PM
https://ift.tt/2ODqLuc

Pengamat: Pesaing Gibran Sebaiknya Jangan dari Tokoh Politik - Republika Online
"politik" - Google Berita
https://ift.tt/37GUyJP
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

No comments:

Post a Comment

Search

Featured Post

Granblue Fantasy: Relink's Demo Will Make a Believer Out of You - Kotaku

depolitikblog.blogspot.com Before multiple friends of mine went out of their way to sing the praises of Granblue Fantasy: Relink to ...

Postingan Populer